Selasa, 14 April 2009

Yang gelap

XXIV


Mungkin penderitaan yang paling pedih adalah ketika kita terpaksa menikmati kekosongan, hampa disanan – sini memenuhi ruang hati. Jeritan hati tak kunjung menghilangkan derita, atau mungkin memang harus dinikmati................ wahai malaikat kebahagiaan, wahai setan pesta pora sentuhlah nadi hatiku, biar kurasakan kebahagiaan hati meskipun itu dengan jarimu yang berjelaga, tentu aku senang.


XXV


Baru kemasin rasanya kukecap kebahagiaan, esoknya derita demikian berulang terus menerus. Temanku dari timur itu adalah keseimbangan, demikian diantaranya adalah saripati kehidupan itulah yang mesti kau cari agar kau mau hidup untuk selamanya tanpa itu lebih baik kau berhenti untuk hidup karena memang yang demikian tidak layak untuk diteruskan. Tak menjadi apa pun mungkin itulah yang terbaik


XXVI


Mari berkunjung ke ruang hatiku yang gelap gulita dengan lantai penuh dengan ceceran derita, niscaya kamu akan menyukainya karena demikian ada keindahan dalam kengerian dan itu memang selalu demikian. Sangat suli untuk menemukan tempat yang demikian, karena tidak ada yang mau membuka gerbang yang demikian....................... siapa yang mau mengakuinya.


Bagikan

LinkWithin