IV
Dalam keabadian berselimut dosa, kesepian maupun kedinginan hilang terhapus oleh dosa. Sulit untuk berkata demikian karena kita tak jujur.
V
Gemulai tarian awan itu seolah datang untuk mengejek keberadaanku, sama sekali tak bisa kubayangkan andai bangkaiku akan berada di jalanan di bawah payung awan itu.
Bukankah menyakitkan sekali dan tak ingin sekalipun demikian.
VI
Segal do’a kutujuakan pada-MU bukan tuk diriku. Paling tidak utuk yang lain. Memang demikianlah, karena Kau adalah segala-galanya tak kuasaku tuk berkata karena memanga tiada kesanggupan dan tidak bisa.
VII
Bagaimana aku harus mengungkapkan kerinduanku pada-MU, bagaimana aku harus menyatakan cintaku pada-MU. Terama sangat sulit untuk membedung rinduku pada-MU, ini adalah hal sangat suli untuk dijelaskan dan memang harus demikian.
VIII
Bentang tabu berkeliar liar dalam layu jiwa, tak urung menggoda karena melilit batang jiwaku. Sulit kutemui kehalusan seperti bulu dada burung gagak, atau memang tidak ada. Bukankah selama ini terkatakan demikian bukan apa yang ada dalam dirinya sendiri. Tapi kenapa tak seorangpun mengatakan demikian, sudah sedemikian jauhkah aku terlepas dari tubuh mereka sehingga aku tak pernah mendengar sekalipun tentang mereka walaupun hanya sedetik saja. Siapakah yang harus tunduk saya atau mereka, atau mungkin perang adalah jalan yang terbaik, ya mungkin memang harus demikian. Karena perang akan menciptakan bibit-bibit yang unggul.