SEJENAK
…………………………………………………….
Menjejak kaki di embun dedaunan di bukit tantangan
Menggapai hangatnya sinar mentari
Melupakan masa lalu menatap masa depan
Duka hidup bagai hiburan pilu
Tak tahu apakah waktu terus nerjalan atau sudah berhenti
Sudah lupa aku akan apa itu senang apa sedih
Di sini aku duduk di bawah payung pohon semilir
Ditemani iringan dengusan nafas tersengal
Kadang kurindukan ramai dunia
Penuh dengan masalah yang memang denyut nadinya
Disini sepi meracuni denyut nadiku
Padahal aku adalah pecinta sepi
Aku adalah laknat dunia karena hiruk-pikukya
…………………………………………………………..